Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk Bapak Ibu Guru Hebat di seluruh penjuru Nusantara yang saya banggakan.
Bapak Ibu Guru, kita sering mendengar ungkapan bahwa dunia kini telah berubah menjadi sebuah desa global tanpa batas. Dalam konteks tersebut, kemampuan untuk berkomunikasi melampaui batas negara menjadi salah satu keterampilan penting yang akan membuka banyak peluang bagi masa depan anak-anak kita untuk mampu berinteraksi, berkolaborasi, dan bersaing di tingkat global.
Namun, mari kita melihat sejenak pada hasil peringkat English Proficiency Index (EF EPI) tahun 2024. Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke-80 dari 116 negara di dunia, dengan skor kecakapan Bahasa Inggris yang masih dikategorikan rendah.
Angka tersebut bukanlah untuk meruntuhkan semangat kita, melainkan menjadi pemantik motivasi agar kita bergerak dan berbenah bersama. Kita menyadari bahwa memberikan akses pembelajaran Bahasa Inggris sejak pendidikan dasar akan memberikan peluang keberhasilan yang jauh lebih besar bagi peserta didik kita di masa depan.
Oleh karena itu, melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, mata pelajaran Bahasa Inggris akan beralih menjadi mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar pada tahun ajaran 2027/2028. Tentu saja, kebijakan ini membawa pertanyaan besar di benak Bapak dan Ibu Guru: “Bagaimana kami bisa mengajarkannya jika kami sendiri bukan berlatar belakang guru Bahasa Inggris?”
Bapak dan Ibu yang saya hormati, kekhawatiran tersebut sangat dapat dipahami. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekitar 80% guru SD saat ini masih memiliki kemampuan Bahasa Inggris di bawah level B1. Namun demikian, Kementerian berkomitmen untuk tidak membiarkan Bapak dan Ibu menghadapi tantangan ini sendirian. Dukungan dan pendampingan akan terus diberikan agar proses transisi ini dapat berjalan dengan baik.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, kami menghadirkan Program Peningkatan Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI). Program strategis ini ditargetkan menjangkau lebih dari 90.000 satuan pendidikan dasar di seluruh Indonesia yang saat ini belum memiliki guru dengan latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.
Bapak Ibu Guru, perlu kita pahami bersama bahwa penguatan kompetensi Bahasa Inggris ini tidak dimaksudkan untuk menggeser peran bahasa Nasional maupun bahasa Daerah. Sebaliknya program ini berjalan selaras dengan kebijakan tiga pilar kebahasaan yaitu; lestarikan bahasa daerah, utamakan bahasa Indonesia dan kuasai bahasa asing.
Bahasa daerah tetap menjadi akar identitas dan budaya yang harus kita jaga keberlangsungannya. Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa persatuan dan bahasa utama dalam pendidikan nasional. Sementara penguasaan bahasa asing termasuk Bahasa Inggris menjadi jembatan bagi generasi penerus bangsa untuk membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi serta komunikasi global.
Dengan demikian penguatan Bahasa Inggris di sekolah dasar bukan sebagai penggantian bahasa, melainkan pelengkap yang memperkaya potensi berbahasa peserta didik dalam kerangka penguasaan kebahasaan yang utuh dan seimbang.
Melalui PKGSD-MBI, guru perwakilan dari kelas 3 hingga kelas 6 akan dibekali tidak hanya dengan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga dengan keterampilan pedagogik atau Classroom English yang praktis dan aplikatif untuk pembelajaran di kelas.
Lebih dari itu, pelatihan ini dirancang dengan pendekatan yang sederhana, bertahap, dan menyenangkan, sejalan dengan semangat utama program kita: “Bahasa Inggris is EASY.”
Konsep EASY bukan sekadar slogan, tetapi merupakan filosofi pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar, yaitu:
E – Exposure
Peserta didik mendapatkan paparan bahasa yang bermakna dan kontekstual, baik dalam bentuk teks lisan maupun tertulis. Paparan ini tidak hanya terbatas pada percakapan sehari-hari, tetapi juga mencakup berbagai topik menarik seperti sains, teknologi, engineering, dan matematika yang sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter.
A – Awareness
Peserta didik diajak untuk menyadari unsur-unsur bahasa yang diperlukan untuk berkomunikasi. Guru menonjolkan pola bahasa tertentu dari paparan yang diberikan sehingga siswa memahami bagaimana bahasa tersebut digunakan secara nyata.
S – Show It
Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menggunakan bahasa dalam komunikasi yang bermakna dan kontekstual. Dalam tahap ini, guru memberikan scaffolding atau dukungan belajar agar siswa percaya diri mencoba menggunakan Bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas pembelajaran.
Y – Yes!
Semua proses pembelajaran tersebut berlangsung dalam suasana yang menggembirakan, melalui kegiatan belajar yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Karena pada dasarnya, anak-anak belajar bahasa dengan lebih efektif ketika mereka merasa nyaman, percaya diri, dan menikmati proses belajar.
Bapak Ibu Guru yang luar biasa,
Pembelajaran Bahasa Inggris di SD tidak menuntut kesempurnaan. Yang jauh lebih penting adalah menghadirkan pengalaman belajar yang alami, komunikatif, dan menyenangkan bagi anak-anak kita.
Melalui tahapan In-Service Training dan On the Job Training, Bapak dan Ibu Guru akan didampingi oleh fasilitator-fasilitator yang kompeten. Sementara bagi Bapak dan Ibu yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan secara langsung, ruang belajar tetap terbuka melalui modul mandiri yang tersedia pada Learning Management System (LMS).
Akhirnya, keberhasilan program ini tentu tidak dapat dicapai tanpa sinergi dari seluruh pihak: pemerintah pusat, dinas pendidikan, kepala sekolah, serta Bapak dan Ibu Guru di ruang kelas.
Mari kita bergandengan tangan, memperkuat kompetensi diri, dan bersama-sama menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang mudah, bermakna, dan menyenangkan bagi anak-anak Indonesia.
Teruslah menjadi pelita yang tak pernah lelah belajar, demi masa depan generasi Indonesia yang lebih cerah dan berdaya saing global.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
