Tangerang Selatan- Kemendikdasmen, Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Nasional Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA) Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026 pada Kamis, 7 Mei 2026 telah resmi ditutup oleh Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto. Kegiatan yang berlangsung sejak 4 Mei 2026 ini diikuti oleh 244 peserta yang terdiri atas fasilitator nasional dari UPT GTK seluruh Indonesia dan perwakilan perguruan tinggi.
Sebelum penutupan resmi dilakukan, Ketua Tim Kerja Pengembangan Keprofesian dan Kepemimpinan (PKP), Nita Isaeni, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan Bimtek PMKKA. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung sesuai rencana dengan menghadirkan 18 narasumber yang mendampingi sembilan kelas pelatihan. Peningkatan kompetensi peserta terlihat setelah mengikuti pelatihan. Sebagian besar peserta mengalami kenaikan nilai, sementara sebagian lainnya mempertahankan hasil yang tetap baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Bimtek memberikan dampak positif terhadap pemahaman peserta mengenai pembelajaran mendalam serta implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial di sekolah.
Beberapa peserta menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan peningkatan kompetensi dan pelaksanaan pelatihan berlangsung interaktif melalui pendekatan andragogi. Peserta juga menunjukkan antusiasme terhadap penguatan pemahaman pembelajaran mendalam serta integrasi koding dan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran. Menurut para peserta, kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan konseptual, tetapi juga memperkuat keterampilan praktik, kolaborasi, dan refleksi pembelajaran yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Selain itu, suasana pembelajaran yang interaktif dinilai mampu mendorong lahirnya ide-ide inovatif dalam mendampingi guru di satuan pendidikan. Para narasumber turut mengapresiasi semangat belajar, partisipasi aktif, dan komitmen peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bimtek.
Dalam sambutan penutupan, Rachmadi Widdiharto menegaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan pendekatan penting untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan saat ini, mulai dari learning loss, learning poverty, hingga fenomena schooling without learning. Ia menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk cara berpikir, nilai, dan karakter peserta didik di tengah tantangan era digital yang mempengaruhi daya fokus dan kesehatan mental generasi muda.
Menurutnya, fasilitator nasional memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memastikan implementasi pembelajaran mendalam berjalan efektif di kelompok kerja guru maupun sekolah model. Ia juga menekankan bahwa fasilitator yang telah mengikuti Bimtek PMKKA akan memiliki peran ganda sebagai pendamping implementasi pembelajaran mendalam di sekolah model yang menjadi prioritas program kementerian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para fasilitator nasional mampu menjadi penggerak transformasi pembelajaran di daerah masing-masing, sekaligus memperluas implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA) guna mewujudkan ekosistem pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan berpusat pada murid.
