Tangerang Selatan, Kemendikdasmen-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan kegiatan Penguatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) melalui Pembelajaran Mendalam untuk Fasilitator Nasional tahun 2025-2026 di Hotel Swis Bel, Tangerang Selatan (6/7/2026).
Kegiatan ini diikuti secara luring sebanyak 312 Fasilitator Nasional (Fasnas) jenjang Pendidikan Dasar dan PAUD, 241 Fasnas jenjang SMA, serta sebanyak kurang lebih 16 ribu Fasnas seluruh provinsi yang mengikuti secara daring baik lewat zoom maupun kanal Youtube.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti dalam arahannya menegaskan bahwa deep learning atau pembelajaran mendalam bukanlah kurikulum baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang bertujuan memperbaiki berbagai persoalan pendidikan dari akar permasalahannya. Ia menyoroti tantangan pendidikan saat ini, seperti learning loss, learning poverty, rendahnya capaian literasi dan numerasi, hingga fenomena schooling without learning.
Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya pembelajaran yang bersifat mindful, meaningful, dan joyful. Menurutnya, pembelajaran mendalam harus mampu memuliakan peserta didik, memberikan pengalaman belajar yang bermakna, serta menciptakan suasana belajar yang menggembirakan tanpa kehilangan esensi pembelajaran. Ia menambahkan bahwa pembelajaran tidak sekadar proses transfer pengetahuan, tetapi juga proses transformasi nilai, karakter, dan keterampilan hidup peserta didik.
Selain itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembelajaran mendalam perlu diintegrasikan dengan penguatan pendidikan karakter, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan artifisial dan koding, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Ia berharap para fasilitator nasional dapat menjadi pionir dalam mentransformasikan konsep pembelajaran mendalam di lingkungan masing-masing demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Sementara Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi pelaksanaan pembelajaran mendalam tahun sebelumnya sekaligus respon terhadap hasil Tes Kemampuan Akademik yang masih menunjukkan rendahnya capaian literasi, numerasi, dan penalaran peserta didik. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025, pelatihan pembelajaran mendalam telah menjangkau 88 persen dari target 60.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan total 186.160 satuan pendidikan yang telah menerima pelatihan secara akumulatif.
Menurut Nunuk, hasil evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap praktik pembelajaran di sekolah. Sebanyak 96,4 persen guru menyatakan siap menerapkan pembelajaran mendalam dan lebih dari 90 persen guru telah melakukan penyesuaian perencanaan pembelajaran agar selaras dengan dimensi profil lulusan. Selain itu, peran kepala sekolah sebagai pemimpin instruksional juga semakin menguat melalui pendampingan dan pembinaan kepada guru.
Pada tahun 2026, Kemendikdasmen melakukan sejumlah penyesuaian strategi melalui pendekatan Teacher Experimental Training (TET) yang menekankan praktik pembelajaran, refleksi, observasi, dan perbaikan berkelanjutan. Pendekatan ini dirancang untuk memperkuat implementasi pembelajaran mendalam secara kontekstual melalui kelompok kerja guru dan komunitas belajar di sekolah.
