Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera untuk kita semua,
Bapak dan Ibu Guru hebat yang saya muliakan dan banggakan.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Bulan ini, tepat tanggal 2 Mei 2026, kita kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional dalam keadaan sehat walafiat serta dalam kehidupan berbangsa yang rukun dan damai.
Tema Hardiknas tahun ini Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua sebagai momentum berharga meneguhkan kembali spirit sejati pendidikan nasional mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, institusi, dunia usaha dan seluruh elemen bangsa.
Jika kita merenung lebih dalam, hakikat pendidikan adalah proses yang dijalankan dengan ketulusan, penuh kasih sayang, untuk memanusiakan manusia. Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hajar Dewantara, telah mewariskan nilai luhur melalui sistem among: asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan). Pendidikan sebagai jalan untuk menumbuhkembangkan fitrah anak-anak didik kita melalui ruang-ruang kelas dan bermuara pada satu tujuan mulia: memuliakan manusia.
Bapak Ibu Guru yang saya hormati, sebuah adagium yang disampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini patut kita renungkan bersama: “Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas.” Dari sinilah langkah perubahan dimulai. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengambil ikhtiar strategis melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, tangguh, dan berkarakter kuat.
Akan tetapi, keberhasilan seluruh kebijakan tersebut pada akhirnya kembali pada sosok sentral yaitu “Guru”. Bapak dan Ibu Guru adalah teladan, agen pembelajaran, sekaligus pembentuk karakter generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk mendukung peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, agar dapat menjalankan tugas mulia ini dengan penuh ketenangan, dedikasi, dan kebahagiaan.
Di sisi lain, kita perlu memastikan bahwa sekolah tidak sekadar menjadi tempat belajar, melainkan hadir sebagai rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi setiap murid. Sekolah menjadi ruang tumbuh yang utuh, yang menguatkan karakter melalui lingkungan fisik, sosial, dan spiritual yang selaras dengan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam berbagai program nyata, seperti penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), Pagi Ceria, Upacara Bendera, serta kegiatan Pramuka yang menumbuhkan kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan.
Agar penguatan karakter tersebut berdampak nyata, diperlukan pula sinergi dengan peningkatan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan dan perluasan akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh murid melalui pengembangan literasi, numerasi, serta pendekatan STEM yang mendorong berpikir kritis dan kreatif, Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat ukur sekaligus dasar evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membuka akses ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, perluasan kesempatan pendidikan diwujudkan melalui layanan yang fleksibel seperti pendidikan jarak jauh (PJJ) dan berbagai alternatif pembelajaran, sehingga dapat menjangkau lebih banyak murid, termasuk di dalamnya, pemenuhan hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui layanan inklusif yang berkeadilan, agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.
Bapak Ibu Guru, transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan program, yang utama dibutuhkan perubahan dalam diri kita masing-masing. Kita membutuhkan fondasi Tiga M: mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Perubahan berawal dari pola pikir (mindset) yang memahami pendidikan sebagai proses utuh untuk membentuk karakter, menumbuhkan kreativitas, dan mengasah daya saing, kita bergerak bersama dengan penuh kesadaran untuk berkontribusi. Langkah tersebut perlu ditopang oleh mental yang tangguh untuk menghadapi berbagai, keterbatasan, perubahan zaman, hingga dinamika sosial yang menuntut kita tetap konsisten, tidak mudah menyerah, dan terus berinovasi. Dan pada akhirnya semua ikhtiar akan mengarah pada misi yang lurus: menghadirkan pendidikan yang adil, inklusif, dan bermutu bagi semua. Misi inilah yang menjaga kita tetap fokus pada kepentingan murid sekaligus memastikan pendidikan menjadi jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Bapak dan Ibu Guru,
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.
Mari kita perkuat kerja sama, menguatkan partisipasi semesta, demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
