Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk Bapak Ibu Guru Hebat di seluruh penjuru Nusantara yang saya banggakan.
Sering kali kita mendengar pepatah, “Hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha.” Namun dalam dunia birokrasi dan pelayanan publik, usaha tersebut tidak selalu tampak di permukaan, tetapi riuh bekerja di balik layar. Hari ini, izinkan saya berbagi cerita dibalik layar pelayanan kami di Direktorat Guru Pendidikan Dasar, tentang ikhtiar yang mungkin tak selalu terlihat, tetapi terus kami rawat dengan sungguh-sungguh.
Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, capaian predikat Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025 telah kami raih dan secara resmi diumumkan pada tahun 2026 ini. Sebuah capaian yang bukan hadiah instan, melainkan buah dari proses panjang, refleksi mendalam, pembenahan berkelanjutan, dan kerja kolektif seluruh tim.
Perjalanan ini berawal dari satu pertanyaan sederhana namun mendasar: Apakah layanan kami sudah benar-benar memudahkan dan membantu guru?
Pertanyaan itu menggugah kami untuk menata diri sekaligus membenahi sistem. Kami membedah organisasi kami dan hasilnya sebanyak 39 risiko, baik pada aspek kinerja maupun integritas, kami petakan dan mitigasi secara serius. Kami tidak ingin ada celah sekecil apa pun bagi praktik gratifikasi atau konflik kepentingan. Setiap surat resmi kami lengkapi dengan komitmen anti-gratifikasi. Validasi data penerima layanan kami perketat. Semua ini kami lakukan agar Bapak dan Ibu Guru merasa aman, nyaman, dan percaya.
Kami juga menyadari bahwa integritas tidak cukup hanya menjadi slogan tetapi harus berdiri tegak seiring sejalan dengan akuntabilitas. Karena itu, kami memperkuat manajemen kinerja secara terukur dan berorientasi hasil. Alhamdulillah, pada tahun 2025 Nilai SAKIP Direktorat Guru Dikdas mencapai angka 91,20 dengan predikat “AA” (Sangat Memuaskan). Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan komitmen bahwa setiap rupiah anggaran negara yang kami kelola harus memberi manfaat nyata bagi guru dan pendidikan dasar di Indonesia.
Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, kami memahami betul bahwa waktu Bapak Ibu Guru adalah untuk anak-anak di ruang-ruang kelas. Kami tidak menginginkan waktu guru yang habis hanya untuk mengurus administrasi yang kadang menyita waktu. Dari kesadaran itulah lahir SINDARA - Sistem Integrasi Data Guru Pendidikan Dasar. SINDARA bukan sekadar aplikasi, melainkan ekosistem layanan satu pintu yang mengintegrasikan Dapodik, SIMPKB, dan berbagai layanan lainnya.
Di dalamnya hadir fitur CERDAS: Cek Registrasi, Presensi, Evaluasi, dan Sertifikat. Kini presensi dapat dilakukan dengan QR Code, sertifikat terbit otomatis, dan data peserta terjamin akurasinya. Kami ingin proses yang dulu terasa panjang menjadi lebih sederhana dan transparan.
Dalam semangat reformasi birokrasi, kami terus membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas. Kami menguatkan spirit layanan RAMAH—Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis. Kami ingin birokrasi yang tidak berjarak, tetapi hadir sebagai mitra. Kami membangun iklim kerja yang produktif dan kondusif, mendorong kolaborasi lintas tim, memperkuat pengawasan internal, serta memastikan setiap pegawai memahami bahwa pelayanan kepada guru adalah amanah.
Kami pun membuka ruang apresiasi akademik melalui transformasi jurnal menjadi OJS Didaktika yang telah terakreditasi SINTA 2. Ruang ini kami siapkan agar praktik baik dan gagasan cemerlang Bapak dan Ibu Guru dapat terdokumentasi, diakui, dan menginspirasi lebih luas.
Birokrasi yang kaku sudah bukan zamannya lagi. Karena itu kami menghadirkan layanan SAMBUT GURU DIKDAS dan konsultasi daring “Rabu Dikdas” sebagai ruang dialog terbuka. Kami ingin setiap aspirasi terdengar, setiap pertanyaan terjawab, dan setiap proses tercatat dengan transparan.
Pada saat yang sama, kami juga terus mendorong Gerakan Numerasi Nasional melalui berbagai inisiatif seperti Taman Numerasi dan siniar Bincang Numerasi. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat kompetensi dasar peserta didik, sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Bapak dan Ibu Guru, beberapa capaian ikhtiar di atas tentunya berkontribusi dan menghantarkan kami dalam meraih predikat Menuju WBK ini. Predikat WBK sejatinya bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan amanah moral dan komitmen kolektif. Ia adalah janji kami, janji kepada Tuhan, kepada negara, dan kepada Bapak/Ibu sekalian bahwa Direktorat Guru Pendidikan Dasar akan terus menjaga integritas, menolak segala bentuk korupsi, serta menghadirkan pelayanan prima untuk Guru Hebat Indonesia.
Namun perjalanan ini belum selesai. WBK bukanlah garis akhir. Di hadapan kita masih terbentang tantangan menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Perjalanan ini masih panjang, tetapi saya yakin, dengan doa, kolaborasi, budaya kerja yang sehat, serta semangat kebersamaan Bapak dan Ibu Guru di seluruh Indonesia, kita mampu melangkah lebih jauh.
Terima kasih telah menjadi bagian dari transformasi ini. Mari terus bergerak serentak, menjaga integritas, memperkuat kompetensi, dan mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia Emas 2045.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
